Jelaskan Perbedaan Penggunaan Tanda Pisah dan Tanda Hubung Sertakan Contoh Penggunakan Kedua Tanda Tersebut Pada Sebuah Kalimat

Jelaskan Perbedaan Penggunaan Tanda Pisah dan Tanda Hubung Sertakan Contoh Penggunakan Kedua Tanda Tersebut Pada Sebuah Kalimat

Halooo, apakabar semuanya??? Semoga dalam keadaan sehat yaa.

Kali ini saya akan memberikan pengetahuan dan jawaban mengenai "Jelaskan Perbedaan Penggunaan Tanda Pisah dan Tanda Hubung Sertakan Contoh Penggunakan Kedua Tanda Tersebut Pada Sebuah Kalimat". Jawaban yang saya berikan dibawah ini murni pendapat pribadi, boleh digunakan untuk referensi dalam menjawab soal yang serupa. 

Bagi kamu yang ingin melihat jawabannya, langsung saja lihat dibawah ini ya.

Soal

Jelaskan Perbedaan Penggunaan Tanda Pisah dan Tanda Hubung Sertakan Contoh Penggunakan Kedua Tanda Tersebut Pada Sebuah Kalimat

Jawaban Pertama

Penggunaan tanda pisah dapat digunakan menjadi tiga fungsi yaitu:

Membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi penjelasan di luar bangun kalimat.

Contoh : Kamu adalah orang – satu-satunya orang – yang menawarkan bantuan ketika aku sedang kesulitan.

Kalimat satu-satunya orang menjelaskan kata “orang” sebelumnya.

Memberi penegasan adanya keterangan aposisi atau keterangan yang lainnya sehingga kalimat menjadi lebih jelas.

Contoh : Buku trilogi The Hunger Games – The Hunger Games, Catching Fire, Mockingjay – merupakan salah satu buku trilogi terpopuler


Kalimat di antara tanda pisah menjelaskan buku trilogi yang dimaksud pada kalimat.

Memberi makna ‘sampai dengan’ atau ‘sampai ke’ yang di gunakan di antara dua bilangan, tanggal atau tempat.

Contoh : Pengumpulan tugas 2 dapat dilakukan pada tanggal 15 – 30 November 2021

Tanda pisah di atas memiliki makna 15 November 2021 sampai dengan 30 November 2021.


Penggunaan tanda hubung dapat digunakan untuk memperjelas hubungan bagian kata-kata atau ungkapan

Contoh : Sebagai bagian dari kehidupan, aktivitas ber-evolusi dipandang sebagai sebuah keniscayaan

Pada kata ber-evolusi diberikan tanda hubung agar makna kalimat menjadi jelas dan tidak rancu merujuk ke makna yang lain.

Jawaban Kedua

Perbedaan tanda pisah dan tanda hubung

Sekilas mirip, keduanya sering disangka memiliki fungsi yang sama. Padahal menurut Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI), sudah dijelaskan bahwa tanda hubung (-) dan tanda pisah (—) memiliki fungsi yang berbeda. Lagipula, jika kita perhatikan baik-baik, tampak jelas bahwa tanda pisah memiliki bentuk yang sedikit lebih panjang daripada tanda hubung.

1. Tanda Hubung (-)

Tanda baca berbentuk garis ‘setrip’ ini memiliki beberapa kegunaan, di antaranya adalah untuk menandai bagian kata yang terpenggal oleh pergantian baris. Meskipun demikian, kaidah ini sudah banyak diabaikan dalam konteks penulisan digital karena dengan komputer, garis batas sisi dan spasi per halaman sudah bisa diatur dengan mudah. Akan tetapi, jika kita berniat menulis tangan atau menggunakan mesin ketik, kaidah yang ini masih harus diperhatikan.

Misalnya:

  • Di samping perumahan lama, ada juga wa-rung-warung tenda.
  • Para petani Wonosobo berhasil membudidayakan to-mat hijau.
  • Kini ada cara yang baru untuk meng-ukur panas.
  • Parut jenis ini memudahkan kita me-ngukur kelapa.

Selain itu, tanda hubung juga dipakai untuk menyambung unsur kata ulang. Ini juga untuk membedakan mana kata ulang dan mana kata yang sering disangka kata ulang (seperti kata ‘asal usul’, misalnya).

Contoh:

  • Dia sangat peduli pada kesehatan anak-anak,
  • Andarini sudah menonton film itu berulang-ulang,
  • Ketika kulitnya sudah berwarna kemerah-merahan, itu tandanya buah apel siap dipetik,
  • Maman terus saja mengorek-ngorek luka lama.

Selain itu, tanda hubung dipakai untuk menyambung tanggal, bulan, dan tahun yang dinyatakan dengan angka atau menyam¬bung huruf dalam kata yang dieja satu-satu. Misalnya:

  • 10-11-2017
  • b-i-r-o-k-r-a-s-i

2. Tanda Pisah (—)

Bentuknya sedikit lebih panjang daripada tanda hubung. Menurut PUEBI, tanda pisah dapat dipakai untuk membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi penjelasan di luar bangun kalimat, sehingga ketika dibaca, terasa sebuah jeda untuk memasukkan informasi lain di sela rangkaian kalimat tersebut. Misalnya:

Kehadiran Muliyadi, anak Paimin dari hubungan sebelumnya—aku takut—hanya akan membuat penyakit kejiwaan Sainah memburuk.

Kemenangan kita di kejuaraan futsal—saya yakin—dapat dicapai jika kita mau berusaha keras.

Senada namun tak sama, tanda pisah dapat dipakai juga untuk menegaskan adanya keterangan aposisi atau keterangan yang lain. Seperti dalam contoh kalimat:

Mulyadi—anak Paimin dari istri sebelumnya—selalu ketakutan melihat ibu tirinya.

Anak-anak yang tidak kenal lelah ini—Lintang, Darius, Hamidi, dan Syam—telah membuktikan bahwa badan pendek bukan halangan untuk menjadi pemain basket yang handal.

Kegunaan lain dari tanda pisah adalah untuk disisipkan di antara dua bilangan, tanggal, atau tempat yang mengindikasikan adanya maksud ‘sampai dengan’ atau ‘sampai ke’. Misalnya:

Tahun 1971—1985, Darminto masih berusia mempertahankan usaha sate dagingnya di Kebayoran Lama.

Kereta api jalur Jakarta—Bandung telah diresmikan baru-baru ini.

Tanda hubung dibuat dengan simbol minus yang ada pada papan ketik. Tanda pisah lebih panjang dari tanda hubung dan dapat dinyatakan dengan dua tanda hubung. Tanda pisah khusus digunakan untuk menyisipkan keterangan tambahan atau memberi makna “sampai dengan/ke”. Untuk keperluan lain, gunakan tanda hubung.

Tanda pisah dapat digunakan sebagai penanda jika ingin menyisipkan suatu kata maupun kalimat yang memberikan penjelasan di luar bangun kalimat. Contohnya: Saudaraku – Dewi dan Adam – akan berkunjung akhir bulan ini. Kemerdekaan bangsa itu – saya yakin akan tercapai – diperjuangkan oleh bangsa itu sendiri.

Dari paparan di atas, bisa disimpulkan bahwa meskipun wujudnya cenderung mirip, tanda pisah dan tanda hubung memiliki fungsi yang jauh berbeda. Tanda pisah lebih lazim digunakan untuk menjelaskan rentang dan sisipan, dan itulah alasan mengapa kemunculannya tidak sesering tanda hubung.

Jawaban Ketiga 

Tanda pisah dan tanda hubung tentu mempunyai perbedaan, yaitu:

- Tanda Pisah

Tanda pisah sering digunakan dalam penulisan karya ilmiah. Tanda pisah mempunyai 3 fungsi sebagai antara lain:

  1. Membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi penjelasan di luar bangun kalimat.
  2. Menegaskan adanya keterangan aposisi atau keterangan yang lain sehingga kalimat menjadi lebih jelas.
  3. Dipakai di antara dua bilangan, tanggal, atau tempat dengan arti 'sampai'.

Tanda pisah adalah tanda baca yang banyak kita temui dalam beberapa artikel/tulisan. Biasanya saya sering menemui beberapa contoh seperti pada penulisa sripsi, surat resmi dan lainnya.

Contoh Tanda pisah yaitu :

  • Pembangunan jalan Raya Anyer - Panarukan dengan panjang sekitar 1100 tombak
  • Penerbangan Solo - Bali akan dilaksanakan pada pukul 13.00 WIB.

- Tanda Hubung

Tanda hubung harus memperoleh penekanan dalam mengembangkan karya ilmiah, khususnya pada peran tanda hubung dalam memperjelas hubungan bagian-bagian kata.

Tanda hubung juga tanda baca yang banyak di jumpai pada artikel/tulisan, biasanya saya melihat pada ucapan hari kemerdekaan RI.

Contoh Tanda Hubung yaitu :

  • Bagi calon peserta mohon isikan tanggal lahir dengan format dd-mm-yy

Jawaban Keempat

Tanda hubung

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), tanda hubung adalah tanda garis (-) untuk menghubungkan unsur kata yang terpisah oleh pergantian baris, memisahkan bentuk ulang, atau menggabungkan unsur bentuk majemuk.

Contoh tanda hubung untuk menandai bagian kata yang terpenggal oleh pengganti baris:

  • Hari ini ayah akan pergi ber-wisata ke luar kota
  • Adik sedang meng-gambar sesuatu dipapan tulis

Contoh tanda hubung untuk menyambung unsur kata ulang:

  • Hari ini anak-anak akan melakukan kegiatan belajar
  • Kegiatan jalan-jalan akan dilakukan minggu ini

Contoh tanda hubung untuk menyambung tanggal, bulan, dan tahun dengan angka atau menyambung huruf dalam kata yang dieja satu-satu:

  • 18-11-2021
  • k-a-r-y-a-w-a-n

Tanda pisah

Tanda pisah adalah tanda baca (—) yang membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi penjelasan khusus di luar bangun kalimat.

Contoh tanda pisah dapat dipakai untuk membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi penjelasan di luar bangun kalimat :

Mmelalui proses ini – saya yakin akan mendapatkan hasil yang baik – jika kita berusaha.

Contoh tanda pisah dapat digunakan juga untuk menegaskan keterangan aposisi atau keterangan yang lain :

Soekarno-Hatta—Proklamator Kemerdekaan RI—diabadikan menjadi nama bandar udara internasional.

Contoh tanda pisah diterapkan di antara dua bilangan, tanggal, atau tempat yang berarti 'sampai dengan' atau 'sampai ke' :

Senin – jum’at

Jawaban Kelima 

Perbedaan penggunaan tanda pisah dan tanda hubung:

Tanda Pisah (—)

Tanda pisah banyak dipakai dalam penulisan karya ilmiah. Tanda pisah mempunyai beberapa fungsi diantaranya:

  1. Tanda pisah dapat digunakan untuk membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi penjelasan di luar bangun kalimat.
  2. Tanda pisah dapat digunakan untuk menegaskan keterangan atau keterangan yang lain.
  3. Tanda pisah digunakan di antara dua bilangan, tanggal, atau tempat yang berarti 'sampai dengan' atau 'sampai ke'.

Contoh:

  • Aceh—Medan
  • Pekan Olahraga Nasional dilaksanakan pada tanggal 02—15 Oktober 2021
  • Wanita itu—aku sungguh menyukainya—tengah duduk sendiri di tepi pantai

Tanda Hubung (-)

Tanda hubung mempunyai beberapa fungsi diantaranya:

  1. Tanda hubung dapat digunakan untuk menandai bagian kata yang terpenggal oleh pergantian baris.
  2. Tanda hubung dapat digunakan untuk menyambung unsur kata ulang.
  3. Tanda hubung dapat digunakan untuk menyambung tanggal, bulan, dan tahun yang dinyatakan dengan angka atau menyambung huruf dalam kata yang dieja satu-satu.
  4. Tanda hubung dapat digunakan untuk memperjelas hubungan bagian kata atau ungkapan.
  5. Tanda hubung dapat digunakan untuk merangkai.
  6. Tanda hubung dapat digunakan untuk merangkai unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa atau bahasa daerah atau bahasa asing.
  7. Tanda hubung dapat digunakan untuk menandai bentuk terikat yang menjadi objek bahasan.

Contoh:

  • Adit berhasil meraih juara ke-2 pada lomba kompetensi siswa di Provinsi Sumatera Utara.
  • Bagiku, Ibuku adalah gadis paling cantik se-Dunia.
  • Rumah makan itu menyediakan menu makanan khas Jepang, seperti tempura, takoyaki, shabu-shabu, dan berbagai makanan khas Jepang lainnya.

Perbedaan yang paling mendasar diantara tanda pisah dan tanda hubung ialah, tanda hubung menggunakan simbol (-) en dash, sedangkan tanda pisah menggunakan tanda simbol (–) em dash.

Jika ingin membuat tanda pisah di komputer maka cukup dengan menekan tanda hubung dua kali (--) maka nanti akan berubah menjadi simbol tanda pisah (–).

Akhir Kata

Sekian jawaban dari Jelaskan Perbedaan Penggunaan Tanda Pisah dan Tanda Hubung Sertakan Contoh Penggunakan Kedua Tanda Tersebut Pada Sebuah Kalimat. Semoga jawaban disini membantu dan bermanfaat untuk kalian semua. Terimakasih telah berkunjung di Fivser.com

Content Creator For Fivser.com

Post a Comment

Jangan Spam, Jangan Berkata Kasar dan Kotor
© Fivser. All rights reserved. Developed by Jago Desain